Hipotensi

Pengertian Hipotensi Hipotensi biasa disebut dengan tekanan darah rendah. Saat darah mengalir melalui arteri, darah memberikan tekanan pada dinding arteri, tekanan itulah yang dinilai sebagai ukuran kekuatan aliran darah atau disebut dengan tekanan darah. Terhambat atau terbatasnya jumlah darah yang mengalir ke otak dan organ vital  lainnya seperti ginjal dapat terjadi jika tekanan darah terlalu …

Continue reading →

Hipoksia

Pengertian Hipoksia Hipoksia adalah kondisi kekurangan oksigen dalam sel dan jaringan tubuh, sehingga terganggu fungsi normalnya. Hipoksia merupakan kondisi berbahaya karena dapat mengganggu fungsi otak, hati, dan organ lainnya. Kondisi dapat terjadi jika terdapat gangguan dalam sistem transportasi oksigen dari mulai bernapas hingga oksigen tersebut digunakan oleh sel tubuh.   Gejala Hipoksia Beberapa gejala hipoksia, …

Continue reading →

Hemangioma

Pengertian Hemangioma Hemangioma atau disebut juga dengan tanda stroberi adalah tanda lahir yang muncul di kulit akibat adanya pembuluh darah lebih atau tidak normal yang berbentuk benjolan elastis dan berwarna merah cerah. Penyakit ini termasuk jenis tumor pembuluh darah. Hemangioma biasanya muncul di kulit kepala, punggung, dada, atau wajah, namun hemangioma dapat muncul di bagian …

Continue reading →

HPV

Pengertian HPV Human papillomavirus atau HPV adalah virus yang menyebabkan kutil kelamin dan kanker, serta menyebar lewat hubungan intim. HPV dapat menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita. Virus HPV sering dialami oleh remaja dan orang dewasa muda yang aktif berhubungan intim, yaitu pada pria berumur 20-24 tahun dan wanita berumur 16-19 tahun.   Gejala …

Continue reading →

Hipotensi Ortostatik

Pengertian Hipotensi Ortostatik Hipotensi ortostatik adalah kondisi ketika seseorang merasakan pusing ketika beranjak dari duduk atau berbaring. Kondisi ini diakibatkan oleh tekanan darah yang menurun, sehingga respon tubuh dalam mengembalikan tekanan darah menjadi normal mengalami gangguan. Hipotensi ortostatik ringan umumnya hanya berlangsung beberapa menit. Namun, jika terjadi lebih lama, hal ini dapat menjadi tanda dari …

Continue reading →

Hiponatremia

Pengertian Hiponatremia Hiponatremia adalah kondisi gangguan kesembangan elektrolit ketika kadar natrium (sodium) dalam darah lebih rendah dari batas normal. Natrium memiliki sejumlah fungsi dalam tubuh kita, antara lain untuk mengendalikan kadar air dalam tubuh, menjaga tekanan darah, serta mengatur sistem saraf dan kinerja otot.   Gejala Hiponatremia Beberapa gejala hiponatremia, antara lain: Kebingungan. Kehilangan energi …

Continue reading →

Hipoalbuminemia

Pengertian Hipoalbuminemia Hipoalbuminemia adalah kondisi seseorang dengan kadar albumin dalam darah di bawah normal. Kondisi ini umumnya terjadi akibat penyakit berat atau penyakit kronis yang sudah berlangsung lama. Albumin adalah protein yang membentuk sebagian besar plasma darah dan memiliki fungsi yang sangat penting bagi tubuh. Albumin dalam tubuh diproduksi oleh organ hati. Kadar normal albumin …

Continue reading →

Hiperkolesterolemia

Pengertian Hiperkolesterolemia Hiperkolesterolemia merupakan kondisi kelebihan kolesterol dalam darah. Terdapat tiga jenis kolesterol di dalam darah, yaitu kolesterol jenis high density lipoprotein (HDL), low density lipoprotein (LDL), dan trigliserida. HDL merupakan kolesterol baik yang dapat mencegah terjadinya penyumbatan pembuluh darah, sedangkan LDL dan trigliserida yang tinggi dapat menyebabkan sumbatan pembuluh darah. Hiperlipidemia merupakan kondisi LDL atau trigliserida yang tinggi …

Continue reading →

Hifema

Pengertian Hifema Hifema merupakan suatu kelainan pada mata di mana terdapat darah di bilik mata depan (antara kornea dan iris). Perdarahan di bagian depan mata ini umumnya dapat langsung terlihat dengan mata biasa.   Gejala Hifema Gejala umum hifema yang terlihat adalah perdarahan di bilik depan mata. Jika perdarahan masih sedikit, maka hifema tidak bisa dilihat …

Continue reading →

Hidrokel

Pengertian Hidrokel Hidrokel adalah penumpukan cairan yang berlebihan di rongga yang terletak di antara lapisan parietal dan viseral tunika vaginalis dari skrotum. Pada keadaan normal, terdapat cairan di cavum vaginalis yang diimbangi reabsorbsi sistem limfatik. Jika terjadi gangguan pada sistem keseimbangan produksi dan absorbsi, penumpukan cairan dapat terjadi, dan dapat bermanifestasi sebagai hidrokel.   Gejala …

Continue reading →